Senin, 12 Desember 2011

Tugas dan Tanggung Jawab AMC ( Apron Movement Control )


Tugas dan Tanggung Jawab Unit AMC
     Tugas dari AMC atau Apron Movement Control adalah sebagai penanggung jawab dalam melaksanakan kegiatan pelayanan operasi penerbangan, pengawasan pergerakan pesawat udara, lalu lintas kendaraan, orang dan barang, kebersihan di sisi udara serta pencatatan data penerbangan dan penulisan laporan tugas.

Personel AMC
Personel pengatur pergerakan pesawat udara (Apron Movement Control /AMC) sebagaimana dimaksud, merupakan personel bandar udara yang memiliki lisensi dan rating untuk melaksanakan pengaturan dan pengawasan terhadap ketertiban, keselamatan pergerakan lalu lintas di apron serta pemarkiran atau penempatan pesawat udara.

a.         Fungsi Unit Kerja AMC
1)        Mengatur pergerakan pesawat udara dengan tujuan untuk   menghindarkan adanya tabrakan antara pesawat udara dan antara pesawat udara dengan obstacle.
2)        Mengatur masuknya pesawat udara ke apron dan mengkoordinasikan pesawat udara yang keluar dari apron dengan ADC.
3)        Menjamin keselamatan dan kecepatan serta kelancaran pergerakan kendaraan dan pengaturan yang tepat dan baik bagi kegiatan lainnya.

b.        Kegiatan Pelayanan AMC
1)        Menyiapakan aircraft parking stand allocation terlebih dahulu, untuk memudahkan pemarkiran dan handling pesawat udara bersangkutan.
2)        Mengadakan pengaturan terhadap engine run up, aircraft towing, memonitor start up clearence yang diberikan control tower untuk meningkatkan keselamatan dan kelancaran lalu lintas di apron.
3)  Menyediakan marshaller dan follow me service.
4)        Memberikan/menyebarkan informasi kepada para operator mengenai hal-hal yang berkaitan dengan adanya suatu kegiatan yang sedang berlangsung yang berpengaruh terhadap kegiatan operasi lalu lintas di apron.
5)        Menyediakan dukungan dan bantuan bagi pesawat udara yang sedang dalam keadaan emergency.
6)        Membuat/mengadakan suatu pengaturan security seperti identifikasi bagasi di parking stand, dll.

7)        Mengadakan control terhadap disiplin di apron dengan mengeluarkan ketentuan/aturan yang berkaitan dengan pengemudi dan kendaraan yang beroperasi di apron.
8)        Menjamin kebersihan apron dengan melaksanakan dan menetapkan suatu program inspeksi dan standar pencemaran yang ketat.
9)        Menjamin bahwa kondisi fasilitas penunjang di apron selalu dalam keadaan baik setiap saat.
10)    Mengoperasikan Aviobridge/Garbarata.

2 komentar:

  1. mohon maaf izin bertanya. apabila di suatu bandara itu tidak terdapat ESA dan ASA di bagian apron apakah itu tdk menjadi suatu permasalahan sementara itu kan termasuk mandatori bukan rekomandit.dan tidak adanya marking tsb dibandara itu tidak ada eksi dan insiden yg disebabkan karena tdk adanya marking. menurut mas kukuh menyikapi hal tsb bagai mana?

    BalasHapus
  2. tidak masalahasalkan sesuai dengan prosedur yang ada..
    tidak semua bandara apronnya mencakup untuk adanya ESA maupun ASA..
    akan tetapi lebih baik bila d apron terdapat ASA dan ESA..
    ESA dan ASA bisa di letakkan d ujung apron..
    tidak harus berada di dalam apron..

    BalasHapus